Scroll untuk baca artikel
Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pantai Senggigi Menyimpan Rahasia… Gadis Laut Itu Bukan Sekadar Mitos

10
×

Pantai Senggigi Menyimpan Rahasia… Gadis Laut Itu Bukan Sekadar Mitos

Share this article

Pantai Senggigi Menyimpan Rahasia… Gadis Laut Itu Bukan Sekadar Mitos

Gadis Laut di Pantai Senggigi: Bisikan Samudra yang Mencekam

Senggigi, permata Lombok yang memukau, selalu menyimpan cerita. Ombak berbisik rahasia di antara karang-karang purba, sementara mentari tenggelam mewarnai langit dengan spektrum jingga. Namun, tak ada bisikan yang seaneh, tak ada warna yang sekelam, kisah tentang Gadis Laut yang menghantui pesisir ini.

Bukan cerita dari pemandu wisata, bukan pula legenda yang diceritakan pada anak-anak. Ini adalah bisikan lirih dari para nelayan tua, desas-desus yang menyebar di kalangan penduduk lokal, tentang sosok misterius yang muncul dari kedalaman. Sosok yang kehadirannya membawa aura ketegangan dan kengerian.

Semuanya berawal dari Arif, seorang seniman fotografi yang mencari ketenangan di Senggigi. Ia datang untuk menangkap keindahan alam, namun justru terperangkap dalam jaring misteri. Setiap senja, ia duduk di bebatuan, kameranya siap mengabadikan momen magis.

Suatu sore yang tenang, saat matahari hampir tenggelam, sebuah siluet muncul di antara riak ombak. Jauh di batas pandang, di mana langit dan laut bertemu, ada sesosok perempuan. Rambutnya panjang, hitam legam, seolah terjalin dari ganggang laut yang basah.

Kulitnya tampak pucat, nyaris tembus pandang, dan matanya… matanya memancarkan cahaya aneh. Bukan cahaya pantulan matahari, melainkan kilatan dingin yang menusuk. Arif terpaku, jarinya membeku di tombol rana. Ia merasa ada sesuatu yang tidak benar.

Sosok itu berdiri tegak di tengah air, tak bergerak sedikit pun. Ombak seolah menghindarinya, menciptakan lingkaran tenang di sekelilingnya. Lalu, secepat kilat, Gadis Laut itu menyelam, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Arif dalam keheningan yang mencekam.

Arif mencoba meyakinkan dirinya bahwa itu hanya halusinasi, pantulan cahaya, atau mungkin kelelahan. Namun, bayangan mata dingin itu terus menghantuinya. Sejak hari itu, setiap senja, Arif tak hanya mencari keindahan, tapi juga mencari sosok itu.

Pikirannya terus-menerus kembali pada kejadian aneh tersebut. Ada dorongan tak terlihat yang menariknya ke pantai, seolah lautan itu sendiri memanggilnya. Ia merasa terikat pada misteri yang baru saja terkuak di hadapannya.

Beberapa hari kemudian, saat kabut tipis menyelimuti pantai di pagi hari, Arif melihatnya lagi. Kali ini lebih dekat, di sebuah teluk tersembunyi yang jarang dijamah. Gadis itu duduk di atas batu karang, membelakangi dirinya.

Arif mengangkat kameranya, tangannya gemetar. Ia mencoba fokus, namun lensanya seolah menolak menangkap citra itu. Gambar yang ia dapatkan selalu buram, seperti ada kabut tipis yang selalu menyelimuti sosoknya.

Gadis itu tidak pernah menoleh. Ia hanya duduk diam, memandang ke laut lepas. Namun, Arif bisa merasakan tatapan itu, tatapan yang menembus ke dalam jiwanya, seolah ia sedang diawasi oleh sesuatu yang lebih tua dari waktu itu sendiri.

Pada suatu malam, Arif mendengar bisikan aneh dari luar jendelanya. Suara itu seperti nyanyian yang merdu namun menyayat hati, bercampur dengan deru ombak yang tak biasa. Suara itu memanggilnya, menariknya keluar dari penginapan.

Ia berjalan menyusuri pantai yang gelap, hanya diterangi rembulan. Semakin dekat ia ke bibir air, semakin jelas nyanyian itu. Itu adalah suara perempuan, namun bukan suara manusia biasa. Ada gema purba di dalamnya.

Di kejauhan, ia melihatnya. Gadis Laut berdiri di tengah ombak yang kini bergejolak hebat, meskipun langit cerah. Rambutnya berkibar liar, dan ia menengadah ke langit, seolah berbicara dengan bintang-bintang.

Ketakutan mencekam Arif, namun rasa ingin tahu jauh lebih besar. Ia merasa terhipnotis, kakinya melangkah maju tanpa kendali. Setiap langkahnya terasa berat, seolah pasir pantai menahannya, memperingatkannya untuk tidak mendekat.

Semakin ia mendekat, udara di sekitarnya terasa semakin dingin, menusuk tulang. Aroma amis laut bercampur dengan bau aneh yang tak dikenalnya, seperti bau lumut tua dan sesuatu yang tak terkatakan.

Tiba-tiba, Gadis Laut itu menoleh. Matanya yang dingin kini bersinar lebih terang, memancarkan cahaya biru kehijauan yang intens. Ia mengangkat tangannya, telapak tangannya menghadap ke Arif.

Dalam sekejap, gelombang raksasa bangkit dari kedalaman. Bukan gelombang biasa, melainkan dinding air yang menjulang tinggi, seolah samudra itu sendiri murka. Gelombang itu menerjang ke arah Arif dengan kecepatan mengerikan.

Arif terlempar, tubuhnya terbanting keras ke pasir. Napasnya tercekat, paru-parunya sakit. Saat ia mencoba bangkit, ia melihat Gadis Laut itu kembali menyelam, menghilang seolah ia adalah bagian dari ombak itu sendiri.

Peristiwa itu membuat Arif syok. Ia tahu, ia telah melewati batas. Ia mencoba mencari tahu dari penduduk lokal, bertanya pada nelayan-nelayan tua. Awalnya mereka enggan bicara, tatapan mereka penuh ketakutan.

Namun, seorang nenek tua, dengan mata yang telah melihat banyak hal, akhirnya mau berbagi. Ia bercerita tentang legenda penjaga laut, tentang roh-roh kuno yang mendiami perairan Senggigi. Mereka adalah pelindung, namun juga pemberi peringatan.

“Dia bukan dari dunia kita, Nak,” bisik nenek itu. “Dia adalah penanda. Kehadirannya berarti keseimbangan alam sedang terancam. Jangan coba-coba mengganggunya, atau samudra akan menelanmu bulat-bulat.”

Sejak itu, Arif tak lagi berani mendekat. Ia hanya mengamati dari kejauhan, rasa takutnya kini bercampur dengan rasa hormat yang mendalam. Gadis Laut itu tetap muncul, namun kehadirannya kini terasa lebih sebagai penjaga, bukan lagi sekadar misteri.

Terkadang, saat ia muncul, badai akan datang. Di lain waktu, ia akan menghilang saat ada kapal asing yang mencoba masuk terlalu dalam ke wilayah terlarang. Ia adalah suara samudra, bisikan peringatan yang tak seorang pun berani abaikan.

Misteri Gadis Laut di Pantai Senggigi tetap tak terpecahkan sepenuhnya. Siapa dia sebenarnya? Dari mana asalnya? Tidak ada yang tahu pasti. Ia adalah bagian dari alam, bagian dari legenda yang hidup, menjaga rahasia laut.

Arif akhirnya meninggalkan Senggigi, namun pengalamannya mengubahnya selamanya. Ia membawa pulang bukan hanya foto-foto keindahan, melainkan juga sebuah kisah yang menghantui, sebuah misteri yang tak lekang oleh waktu.

Dan hingga kini, di senja hari yang sunyi di Pantai Senggigi, terkadang para nelayan atau wisatawan beruntung (atau sial) akan melihatnya. Sosok pucat dengan rambut ganggang, mata dingin yang bersinar, berdiri di tengah ombak yang berbisik.

Gadis Laut adalah peringatan abadi, bahwa di balik keindahan yang memukau, samudra menyimpan kekuatan dan rahasia yang jauh melampaui pemahaman manusia. Dan di Senggigi, bisikan itu selalu terdengar, menyeret siapa pun yang mendengarnya ke dalam pusaran misteri yang tak berujung.

Gadis Laut di Pantai Senggigi: Bisikan Samudra yang Mencekam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *