Scroll untuk baca artikel
Provinsi Jawa Barat

Cerita di Balik Sosok Putih yang Bikin Pengunjung Farm House Tak Mau Kembali

9
×

Cerita di Balik Sosok Putih yang Bikin Pengunjung Farm House Tak Mau Kembali

Share this article

Cerita di Balik Sosok Putih yang Bikin Pengunjung Farm House Tak Mau Kembali

Bayangan Putih di Pesona Giri: Misteri yang Tak Pernah Usai

Agrowisata Pesona Giri, sebuah kompleks peternakan dan pertanian yang diubah menjadi destinasi wisata, selalu memancarkan pesona damai. Terletak di kaki pegunungan, udaranya sejuk, lanskapnya asri, dan aroma bunga lavender bercampur dengan bau tanah basah. Namun, di balik tirai keindahan itu, tersimpan sebuah rahasia yang dingin dan berbisik.

Aku, Risa, seorang jurnalis lepas yang gemar mencari kisah-kisah tersembunyi, tiba di sana dengan agenda biasa. Menulis tentang potensi wisata, keramahan penduduk lokal, dan keindahan alamnya. Aku tak pernah menduga, perjalananku akan membawaku menyelami lapisan misteri yang lebih dalam.

Malam pertama di Pesona Giri, aku menginap di salah satu penginapan bergaya pondok kayu. Udara dingin menusuk tulang, padahal matahari masih bersinar terik saat senja tiba. Langit bertabur bintang, jauh dari polusi cahaya kota, menciptakan pemandangan yang memukau sekaligus sedikit mencekam.

Aku merasa ada sesuatu yang janggal sejak awal. Sebuah perasaan yang sulit dijelaskan, seolah-olah ada mata yang mengawasiku dari balik kegelapan. Aku mengabaikannya, menganggapnya sebagai efek sugesti dari cerita-cerita seram yang sering kubaca sebelum tidur.

Keesokan harinya, saat menjelajahi area peternakan, aku melihatnya untuk pertama kali. Sekilas, di ujung pandangku, sebuah bayangan putih melintas di antara kandang-kandang domba yang kosong. Siluet tinggi, anggun, namun begitu cepat menghilang.

Aku mengedipkan mata, mencoba meyakinkan diri bahwa itu hanya ilusi. Mungkin pantulan cahaya, atau sehelai kain putih yang tersangkut angin. Aku bertanya pada Pak Jono, salah satu penjaga yang sudah lama bekerja di sana, namun ia hanya tersenyum tipis dan mengalihkan pembicaraan.

“Ah, mungkin hanya perasaan Nona saja,” katanya ramah, namun sorot matanya menyimpan sesuatu. Sebuah rahasia yang terpancar dari kedalaman retina tuanya. Aku mencatatnya dalam hati.

Beberapa hari berikutnya, penampakan itu semakin sering terjadi. Bukan lagi sekadar bayangan, melainkan sosok yang lebih jelas. Selalu mengenakan pakaian serba putih, rambut panjang terurai, dan gerakannya begitu halus, nyaris tanpa suara.

Ia sering terlihat di area taman bunga yang tersembunyi, dekat dengan sumur tua yang sudah tidak terpakai. Kadang, ia muncul di ambang pintu gudang penyimpanan pakan, lalu lenyap saat aku mencoba mendekat. Kehadirannya selalu disertai dengan hembusan udara dingin yang tiba-tiba.

Aku mulai bertanya-tanya pada pengunjung lain. Kebanyakan dari mereka mengaku tidak melihat apa-apa, atau hanya menganggapnya sebagai salah satu staf yang mengenakan seragam khusus. Namun, ada beberapa yang mengangguk samar, mengakui pernah merasakan keanehan serupa.

“Kadang, seperti ada yang mengikuti,” bisik seorang ibu paruh baya yang sedang berlibur bersama keluarganya. “Tapi saat saya menoleh, tidak ada siapa-siapa. Hanya rasa dingin yang menusuk.”

Rasa penasaran di diriku semakin menguat. Ini bukan lagi sekadar artikel wisata biasa. Ini adalah sebuah misteri yang memanggil untuk dipecahkan. Aku mulai melakukan riset, mencari informasi tentang sejarah Agrowisata Pesona Giri.

Aku mencari di arsip berita lokal, berbicara dengan penduduk desa sekitar, dan bahkan mengunjungi perpustakaan daerah. Sedikit demi sedikit, kepingan-kepingan informasi mulai menyatu, membentuk gambaran yang mengerikan.

Dulu, tempat ini bukanlah agrowisata. Itu adalah perkebunan teh milik keluarga kaya raya pada era kolonial. Nama pemiliknya adalah Van der Linden, dan ia memiliki seorang putri tunggal bernama Annelise.

Annelise dikenal sebagai gadis yang sangat cantik, lembut, dan selalu mengenakan gaun putih kesukaannya. Ia sering menghabiskan waktu di taman, melukis pemandangan atau membaca buku di dekat sumur tua. Semua orang mengenalnya sebagai “Gadis Putih dari Pesona Giri.”

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Sebuah tragedi menimpa Annelise di usianya yang masih sangat muda. Ia ditemukan tak bernyawa di sumur tua itu, tenggelam secara misterius. Kasus itu tidak pernah terpecahkan.

Ada yang mengatakan ia terpeleset, ada yang menduga ia bunuh diri karena patah hati, dan ada pula desas-desus tentang pembunuhan. Namun, tak ada bukti konkret, dan kasus itu ditutup begitu saja, meninggalkan luka yang menganga bagi keluarga Van der Linden.

Setelah kejadian itu, keluarga Van der Linden meninggalkan perkebunan tersebut. Tempat itu terbengkalai selama bertahun-tahun, diselimuti aura kesedihan dan misteri. Hingga akhirnya, seorang pengusaha muda membeli lahan itu dan mengubahnya menjadi agrowisata yang sekarang.

Mendengar kisah Annelise, jantungku berdegup kencang. Sosok serba putih yang kulihat, apakah itu Annelise? Gadis yang terperangkap dalam duka dan misteri di tempat yang pernah menjadi rumahnya?

Malam itu, aku memutuskan untuk tidak tidur. Aku membawa kamera, perekam suara, dan senter. Aku ingin menghadapi misteri ini secara langsung. Aku menuju area taman bunga, tempat di mana Annelise sering terlihat.

Udara semakin dingin, kabut tipis mulai turun, menyelimuti pepohonan seperti selimut putih. Suara jangkrik dan kodok menjadi satu-satunya melodi di tengah keheningan yang mencekam. Aku menunggu, napas tertahan.

Tiba-tiba, sebuah desiran halus terdengar dari balik semak-semak lavender. Kemudian, hembusan angin dingin yang menusuk tulang. Lampu senterku berkedip-kedip, seolah kehabisan daya.

Dan di sana, di dekat sumur tua yang gelap, ia muncul. Sosok serba putih itu kini berdiri di hadapanku, lebih jelas dari sebelumnya. Wajahnya samar, namun aku bisa merasakan tatapan matanya yang sendu, penuh kesedihan yang mendalam.

Rambutnya yang panjang terurai, berkibar pelan seolah ditiup angin yang tak terasa. Gaun putihnya tampak kuno, sedikit lusuh, namun tetap memancarkan aura keanggunan yang melankolis. Ia tidak bergerak, hanya berdiri mematung.

Ketakutan menyergapku, namun rasa penasaran lebih mendominasi. Aku mencoba meraih kamera, namun tanganku gemetar hebat. Ia tidak terlihat mengancam, justru memancarkan aura kesepian yang menyayat hati.

Aku memberanikan diri, melangkah maju satu langkah. “Annelise?” bisikku, suaraku nyaris tak terdengar.

Sosok itu sedikit bergeser. Sebuah suara, selembut desiran angin, berbisik di telingaku. Itu bukan kata-kata yang jelas, lebih seperti ratapan, sebuah melodi duka yang tak terucap. Aku merasakan gelombang kesedihan yang luar biasa, seolah duka Annelise meresap ke dalam diriku.

Air mata tanpa sadar mengalir di pipiku. Aku tidak tahu mengapa, tapi ada koneksi yang kuat antara kami, meskipun hanya sesaat. Aku merasakan beban rahasia yang telah ia pikul selama puluhan tahun.

Tiba-tiba, sosok itu mulai memudar. Perlahan, seperti kabut yang ditiup angin, ia menghilang ke dalam kegelapan malam. Hanya menyisakan hawa dingin yang menusuk dan aroma bunga lavender yang semakin pekat.

Aku berdiri terpaku, terengah-engah. Apa yang baru saja terjadi? Apakah aku benar-benar berinteraksi dengan arwah Annelise? Atau hanya halusinasi akibat kelelahan dan sugesti cerita?

Keesokan paginya, aku berkemas. Aku tidak menulis artikel tentang potensi wisata Agrowisata Pesona Giri. Aku menulis tentang Annelise, tentang misteri yang tak terpecahkan, dan tentang sosok serba putih yang masih bergentayangan.

Artikelku tidak mengungkap semua jawaban, karena memang tidak ada jawaban pasti. Aku hanya bisa membagikan pengalaman yang kutemukan, sebuah kisah tentang duka yang abadi dan kehadiran yang tak terlihat.

Pesona Giri tetap indah, tetap ramai oleh pengunjung. Namun, bagi sebagian orang, terutama mereka yang pernah merasakan hembusan dingin dan melihat bayangan putih, tempat itu tak lagi sekadar agrowisata.

Ia adalah saksi bisu dari sebuah tragedi, sebuah rumah bagi arwah yang tak tenang. Dan sosok serba putih, Annelise, mungkin akan terus menampakkan diri, mencari kedamaian yang tak pernah ia temukan, terperangkap dalam misteri yang tak kunjung usai di Agrowisata Pesona Giri.

Cerita Sosok Serba Putih di Farm House

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *